beradu suhu dengan kerikil,
mengais secercah adil
yang terselip di antara tangan-tangan usil.
Bersama asap pabrik yang terkepul,
ia berkumpul.
Berharap doanya segera terkabul.
Tentang mereka yang ia anggap tinggi,
tentang mereka yang ia anggap memegang kendali,
agar tak lagi ciptakan tirani.
![]() |
| ketikanku-alfarizi.blogspot.com |
kausnya kian kumal,
napasnya tersengal-sengal —
penuh kesal.
Pria yang ia panggil bapak baru saja
masuk penjara kemarin lusa,
selepas habis-habisan dihajar warga
sebab dituduh mencuri ubi milik tetangga.
Jauh sebelum itu, ibunya meregang nyawa
kala kali pertama ia membuka mata.
Kini baginya dunia bagai tiada makna.
Jemari mungil kian menggigil,
harapannya kian mengecil
untuk menemukan secercah adil
yang terselip di antara tangan-tangan usil.
—argonavis,
#argorhythm
4ward: malf


0 komentar:
Posting Komentar