• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Rabu, 10 Mei 2017

Aku, Kita, Dan SMKN 17

Hi guys kali ini saya akan memposting cerita dan proses pembelajaran disekolah tercinta๐Ÿ˜† "SMKN 17".

 Saat itu, pada awal memasuki sekolah, saya dan semua siswa siswi baru harus mengikuti kegiatan MPLS. Kegiatan tersebut berlangsung secara biasa aja. Kalau dibilang seru sih tidak, dibilang tidak seru juga tidak, jadi ya biasa saja๐Ÿ˜„. Oiya saya di SMKN 17 memilih jurusan AP (Administrasi Perkantoran). Dimasa MPLS itu saya jadi lebih percaya diri, dan disitu juga saya mempunyai banyak teman. Masa MPLS telah berlalu, saatnya saya dan siswa siswi baru resmi menjadi murid di SMKN17. Kelas pun sudah dibagi, dan saya mendapat kelas Administrasi Perkantoran 1, kelas yang siswa laki-lakinya hanya ada 4๐Ÿ˜‚.
 Singkat cerita, saat memasuki kelas AP1, ada dua orang siswa yang tiba-tiba masuk dan duduk dikelas saya. Ternyata saat saya tanya, ternyata mereka merupakan siswa yang tertinggal dikelas 10. Walaupun seperti itu, saya dan teman-teman laki-laki yang lainnya bisa menerima dengan senang hati bahkan bisa dibilang langsung akrab. Selain itu juga siswa laki-laki bertambah menjadi 6.๐Ÿ˜Ž

 Sekolah di SMKN 17 merupakan suatu yang membanggakan, ya walaupun setiap hari harus pulang jam 3, tapi saya maklumi karena memang sudah menjadi ketentuan sekolah SMK Negeri. Pelajaran disekolah yang paling saya sukai adalah pelajaran Simulasi Digital dan Otomatisasi Perkantoran, karena setiap pelajaran tersebut saya belajarnya di lab, ruangan yang dingin, ada komputer dengan koneksi yang baik. Apalagi bagi murid-murid lain yang senang membuka atau memakai internet, misalnya membuka Youtube dan yang lainnya ๐Ÿ˜„. Guru yang menurut saya paling menginspirasi dan selalu memberikan materi pelajaran dengan senang hati, yaitu bu Aisyah dan Pak Aan. Karena disela-sela waktu belajar, mereka memberikan sedikit lelucon supaya murid tidak terlalu jenuh. Dan guru yang menurut saya paling killer yaitu pak Agus, dia merupakan guru Ekonomi Bisnis dan Prakarya Kewirausahaan. Tetapi walaupun killer, pak Agus merupakan guru favorit di SMKN 17,wkwk๐Ÿ˜„.
 Baiklah, begitulah sedikit ceritanya. Oiya sebelum saya mengakhirinya, saya akan memberikan beberapa harapan untuk kedepannya yaitu, kamar mandi laki-laki diperbaiki lagi wkwk, koneksi internet di lab agak diperbaiki supaya tidak lemot, lalu untuk guru-guru yang mengajar agar memberikan materi pembelajaran tidak selalu serius karena basic murid itu tidak sama, mungkin ada murid yang merasa jenuh ketika pelajarannya berlangsung terlalu serius, dan yang terakhir semoga ditahun depan SMKN 17 bisa meraih minimal juara 1 nilai UNBK tertinggi se-DKI Jakarta. Mungkin itu saja harapan saya๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜
 Oke guys terima kasih bagi yang telah membaca, semoga anda yang akan memasuki jenjang pendidikan SMK meminati untuk bersekolah di SMKN 17 Jakarta.

Thank You.


-malf

Selasa, 25 April 2017

17 Kata Baru Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

 Pernah dengar kata Pramusiwi? Pranala? Gawai? Kata-kata tersebut adalah kata-kata baru di Bahasa Indonesia, yang muncul bersamaan dengan era teknologi saat ini. Kata-kata tersebut digunakan untuk menggantikan kebiasaan kita menggunakan Bahasa Inggris.
Hasil gambar untuk kbbi
 Kata seperti "Unduh" yang menggantikan Download, "Unggah" yang menggantikan Upload, "Simpan" yang menggantikan Save, dan "Potong" yang menggantikan Cut, sudah sering kita gunakan dalam penggunaan teknologi. Ternyata masih ada beberapa kata yang terlalu baru dan unik bermunculan dalam KBBI.
 Berikut penulis memaparkan beberapa kata baru yang masih begitu jarang digunakan.
Gawai
Gawai adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata Gadget. Jangan terkejut, karena gawai juga memiliki arti sebagai perkakas atau alat.
Ponsel, laptop, tab, komputer dan sebagainya secara tidak langsung juga berupa alat atau perkakas. Kata Gadget, atau sering dieja gejed, sudah terlalu terbiasa diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, media cetak dan daring nasional sudah mulai menggunakan kata Gawai untuk menggantikan Gadget.
Pramusiwi
Masih terbiasa menyebut kata babysitter untuk penjaga dan pengasuh bayi? Tenang. Dalam Bahasa Indonesia, babysitter berarti Pramusiwi.
Tetikus
Silakan arahkan kursor tetikus Anda ke sudut kiri situs ini. Kalian tahu apa arti tetikus, kan? Tetikus adalah peranti periferal pada komputer yang menyerupai tikus, gunanya, antara lain, untuk memindahkan letak pandu di jendela tampilan.
Warganet
Warganet muncul untuk menggantikan kata Netizen. Sebelumnya, kata Netizen juga muncul sebagai plesetan dari kata Citizen di internet. Jadi, siap-siap mendirikan RW (Rukun Warganet) di grup Facebook Anda.
Pranala
Kata Pranala muncul untuk menggantikan kata Hyperlink atau Link, yang sudah terbiasa disebut dalam bahasa IT.
Daring dan Luring
Daring muncul untuk menggantikan online. Daring juga akronim dari dalam jaringan. Sedangkan Luring adalah akronim dari luar jaringan muncul untuk menggantikan kata offline.
Swafoto
Swafoto berarti foto sendiri, atau mengambil foto dengan usaha sendiri. Kata ini muncul untuk menggantikan kata selfie.
Peladen
Mirip profesi seseorang yang bertugas untuk meladeni. Tapi, faktanya kata peladen muncul untuk menggantikan kata server.
Komedi Tunggal
Frase ini muncul untuk menggantikan frase stand up comedy yang sebenarnya kalau dialihbahasakan menjadi komedi berdiri.
Saltik
Seperti daring dan luring, kata Saltik juga merupakan akronim, yang berarti Salah Ketik. Langsung tahu kan, kata ini untuk menggantikan kata apa?
Derau
Noise yang sebenarnya berarti ribut, sering pula digunakan untuk suara yang tidak diperlukan dalam satu rekaman suara atau video. Kata noise itu digantikan oleh kata Derau.
Pratayang
Anda masih sering menggunakan kata Preview? Silakan gantikan dengan kata Pratayang.
Hektare
Ini sebenarnya kata lama, hektar, tapi perbedaannya adalah huruf 'e', untuk kata ini tetap ditulis dan tetap dibaca.
Portofon
Kata ini muncul untuk menyebut Handy Talkie (atau HT) dalam bahasa Indonesia.
Mangkus dan Sangkil
Mangkus berarti efektif, sedangkan sangkil berarti efisien. Begitu saja singkatnya.
Narahubung
Jika kamu kelak menemukan kata narahubung di sebuah kartu identitas, biodata atau formulir, janganlah bingung, karena kata yang satu ini digunakan untuk menggantikan frasa contact person.
Pelantang
Kata pelantang berasal dari kata lantang yang berarti keras. Jika mendapat imbuhan “Pe” berarti pengeras. Maka seperti halnya dengan pengeras, pelantang digunakan untuk menggantikan kata microphone secara baku.

 Masih banyak kata lainnya, yang masih belum dikenal luas, dan digunakan warga Indonesia seluruhnya. Beberapa ahli bahasa, media, penulis, wartawan, dan pengguna bahasa lainnya sudah menggunakannya.

-malf

Rabu, 12 April 2017

DEBAT PILKADA DKI JAKARTA 2017


 Pemilihan Pilkada Cagub DKI Jakarta Putaran 1 berakhir pada dua nama, Basuki Tjahaja Purnama, dan Anies Baswedan setelah pemungutan suara putaran pertama digelar.

 KPU DKI Jakarta  menggelar debat  Pilkada DKI  putaran  kedua malam ini. Debat akan berlangsung  di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan  dan kembali dipandu presenter  Ira Koesno yang sebelumnya dipilih menjadi moderator dalam debat Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama.
 Ira langsung menjadi sorotan semua orang dan para netizen setelah memimpin Debat Pilkada DKI 2017 pada putaran pertama.

 Di Pilkada DKI putaran pertama, pasangan Basuki-Djarot menjadi pemenang dengan raihan suara 42,96 persen, sedangkan Anies-Sandi 39,97 persen. Mereka unggul dari pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang mendapat 17,06 persen suara.  Kedua pasangan calon, yakni Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, akan saling adu program untuk merebut suara warga Jakarta.  Berbeda dengan debat pada putaran pertama, kali ini jumlah panelis lebih banyak. KPU DKI Jakarta menunjuk 7 panelis yang akan menyiapkan pertanyaan. Lewat debat terakhir nanti, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi akan menajamkan visi dan misi, serta program mereka sebelum pencoblosan pada 19 April mendatang. 


-malf

Rabu, 22 Februari 2017

Atletik

SEJARAH ATLETIK DI INDONESIA

   A. Atletik Di Indonesia pada Zaman penjajahan
Di Indonesia atletik dikenal lewat bangsa Belanda yang selama tiga setengah abad telah menjajah negeri ini. Namun demikian atletik tiada dikenal secara luas. Yang mendapat kesempatan melakukan latihan-latihan atletik hanyalah sekolah-sekolah dan kemiliteran saja, itupun sekedar untuk melengkapi kebutuhan pendidikan jasmani saja. Organisasi atletik pertama kali didirikan di Indonesia pada Zaman Belanda adalah Nederlands Indisehe Atletiek Unie yang disingkat NIAU yang dalam bahasa Indonesia berarti : Perserikatan Atletik Hindia Belanda yang didirikan pada tahun 1917. Propaganda untuk menyebarkan atletik memang ada tetapi usaha untuk mendirikan perkumpulan-perkumpulan atletik atau cabang dari NIAU hanya dapat terlaksana dibeberapa kota besar yang mempunyai sekolah-sekolah lanjutan dan yang ada tangsi-tangsi militernya, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta,Semarang, Solo, Medan.     
Pada zaman itu tiap tahun diadakan perlombaan/kejuaraan atletik di Jakarta yang penyelenggaraannya bertepatan dengan penyelenggaraan Pasar Gambir (semacam Jakarta fair sekarang) pada akhir bulan Agustus atau awal September. Atlet yang menonjol prestasinya pada aman penjajahan Belanda itu antara lain: Mohammad Noerbambang, pelari 100m yang konon pernah mencapai 10,8 detik dan Harun Alrasyid pelompat tinggi yang pernah melewati mistar mencapai 1,80m dan lompat jauhnya mendekati 7,00 m. Pada zaman pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun mulai awal tahun 1942 sampai Agustus 1945 , keolahragaan pada umumnya mengalami perkembangan. Semua pelajar mahasiswa melalui siaran radio yang dikenal dengan 22nama Radio Taiso menyelenggarakan latihan-latihan dari berbagai cabang olahraga,termasuk senam dan atletik. Atletik mendapat perhatian yang cukup baik.
Hampir setiap menjelang tutup tahun ajaran diadakan pertandingan-pertandingan olehraga dengan atletik sebagai nomor utamanya, baik yang berbentuk pertandingan antar kelas, antar sekolah atau antar kota. Pada tahun 1943 di Solo diselenggarkan perlombaan atletik segitiga antar pelajar Sekolah Menengah Bandung, Yogya, dan Solo. Pelajar-pelajar dari Bandung di bawah panji-panji GASEMBA (Gabungan Sekolah Menengah Bandung ) dari Yogya GASEMMA ( Gabungan Sekolah Menengah Mataram ) dan dari Solo GASEMBO  (Gabungan Sekolah Menengah Solo ). Perlombaan atletik untuk umum juga sering diadakan. Lari jarak jauh dan lari jarak pendek dengan membawa beban adalah yang paling sering diperlombakan.  Dalam bidang organisasi selama masa pendudukan Jepang ini juga nampak ada kemajuan. Perhimpunan-perhimpunan atletik juga bermunculan dibeberapa kota besar, antara lain IKADA ( Ikatan Atletik Djakarta ),GABA ( Gabungan Atletik Bandung ), IKASO ( Ikatan Atletik Solo) IPAS ( Ikatan Perhimpunan Atletik Surabaya ) dan lain-lain. Pada tahun 1949 oleh ISI ( Iakatan Sport Indonesia ) diselenggarakan Pekan Olahraga di lapangan IKADA yang diikuti oleh sejumlah atlet dari seluruh Jawa. Atlet-atlet yang menonjol pada pendudukan Jepang antara lain : Soetantio, pelari 100m yang mencapai 11,00 detik. Soetrisno , atlet Pancalomba dan Bram Matulessi, pelempar Lembing.

   B.     Atletik setelah Indonesia Merdeka
Dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta, maka terbukalah bagi bangsa Indonesia untuk memajukan dan mengembangkan bangsa dan negara dalam segala bidang, termasuk memajukan keolahragaan pada umumnya dan khususnya cabang olahraga atletik. Meskipun pada waktu itu bangsa Indonesia sedang berjuang mati-matian untuk mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda dengan sekutunya yang ingin kembali menjajah Indonesia, namun rakyat Indonesia terutama para pelajar dan mahasiswanya masih tetap melakukan atletik. Ditempat-tempat yang tidak diduduki tentara Belanda, disaat-saat tidak melakukan perang gerilya, mereka berlatih dan berlomba atletik yang merupakan cabang olahraga yang digemari.  Pada bulan Januari 1946 dikota Solo diselenggarakan kongres yang ingin menghidupkan kembali semangat keolahragaan di Indonesia,maka didirikan “PORI” (Persatuan Olahraga Republik Indonesia). Langkah pertama yang dilakukan PORI adalah menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON). Maksud penyelenggaraan PON pada masa revolusi fisik melawan kekuatan Belanda dengan sekutunya yang menduduki kota-kota besar diIndonesia, mengandung tujuan yang lebih mulia ialah memberi kejutan politik kepada dunia agar terbuka matanya bahwa negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 itu benar-benar ada. PON diadakan di Solo dibuka oleh Presiden Soekarno pada tanggal 12 September 1948, dihadiri oleh wakil Presiden dengan segenap anggota kabinet,hadir pula wakil-wakil dari negara lain termasuk pejabat Komisi Tiga Negara PBB diIndonesia. Atlet-atlet yang terkenal pada waktu itu adalah :
- Soedarmodjo , sebagai pelompat tinggi
- Arie Mauladi , sebagai pelompat jangkit
- Soetopo , menjuarai 5000 m dan 10.000 m
- Nasir Rosydi , pelari gawang dan lompat jauh
- Fuat Sahil , pelari 400 m
- Soetrisno , tolak peluru dan lempar cakram
- Darwati , pelari 100 m
- Anie Salamun , Pelempar cakram 
Pada tanggal 3 September 1950 berkumpullah tokoh-tokoh atletik dari perhimpunan atletik beberapa daerah Indonesia di kota Semarang untuk membentuk Induk organisasi atletik bagi seluruh wilayah Indonesia. Lahirlah kemudian organisasi atletik yang diberi nama “ Persatuan Atletik Seluruh Indonesia” disingkat PASI. Sebagi langkah pertama di Bandung pada bulan Desember 1950 yang diikuti tidak hanya atlet-atlet dari pulau Jawa tetapi juga dari Sulawesi. Langkah selanjutnya adalah menjadikan PASI dapat diterima sebagai anggota IAAF agar atlet-atlet Indonesia dapat mengikuti Olympiade dan perlombaan-perlombaan Internasional lainnya. Pemusatan latihan yang pertama kali diadakan di Yogyakarta dalam rangka persiapan pengiriman atlet untuk mengikuti Asian Games I yang diselenggarakan di New Delhi, India pada bulan Maret 1951. beberapa atlet yang memperoleh medali perunggu pada Asian games I adalah :
- Soedarmodjo , untuk lompat tinggi
- Hardarsin , untuk lompat jangkit
- A.F Matulessy , untuk lempar lembing
- Anie Salamun , untuk lempar cakram
- Regu estafet 4 x 400 m atas nama : Tri Wulan, Nyi. Soerjowati, Darwati, dan Lie Jiang Nio.
PON II diselenggarakan di Jakarta bulan Oktober 1951. Atletik merupakan perlombaan nomor utama. Selanjuntnya PASI memutuskan untuk menyelenggarakan kejuaraan atletik setiap tahun. Tahun 1952 di langsungka kejuaraan Nasional di Surabaya. Untuk pertama kali PASI mengirimkan atletnya ke olympiade pelompat tingginya Soedarmodjo dikirimkan ke olympiade di Helsinki. Tahun 1953 dilangsungkan PON III di Medan. Tahun 1954 dilangsungkan kejuaraan Nasional. Yang selalu mendominasi perlombaan atletik Nasional adalah Dasuki, untuk lari 100 m, Yopie Timisela, untuk lari 400 m dan 10.000 m, Soetrio untuk lompat tinggi galah dan Dasalomba. Soedarmodjo, Maridjo dan Okamona untuk lompat tinggi. Hendarsin dan Bin Suryo untuk lompat jangkit. Soetrisno, Sarbe Hupono dan Bram Matulessi untuk nomor lempar cakram dan tolak peluru. Tahun 1955 dilangsungkan Kejuaraan Nasional di Jakarta. Indonesia mendatangkan Bin Miner untuk membentuk Coach-coach atletik di Indonesia yang pada waktu itu belum dimiliki. Tahun 1957 penyelenggaraan PON IV di Makasar (Ujung Pandang). Tahun 1958 kejuaraan Nasional di Jakarta. PASI mengirimkan atletnya ke Asian Games ke-3 diTokyo.
Atlet putri Kamah, berhasil memperoleh medali perunggu untuk lempar lembing. Tahun 1959 kejuaraan Nasional di Jakarta. Tahun 1960 seleksi Nasional di Bandung dalam rangka persiapan Asian Games ke-4 yang akan diselenggarakan di Jakarta tahun 1962. Disamping itu PASI mengirimkan peninjau ke Olympiade di Roma untuk mempelajari seluk beluk penyelenggaraan Olympiade dalam rangka persiapan  menjadi tuan rumah Asian Games yang akan diselenggarakan di jakarta. Semenajk ditetapkan Jakarta sebagai tempat penyelenggaran Asian Games IV , PASI berusaha sekuat tenaga agar dapat mencapai sukses bukan hanya sukses dalam penyelenggaraan tetapi juga sukses dalam prestasi atlet-atletnya. PASI mengirimkan peninjau ke Olympiade Roma dan mendatangkan tenaga-tenaga penasihat dari Jepang yang telah berhasil sebagai penyelenggara Asian Games III. Dibidang peningkatan prestasi PASI mendatangkan pelatih-pelatih dari luar negeri. Pelatih yang didatangkan adalah Bin Miner, Norman Ford dan Tom Rosandich dari Amerika Serikat, disamping untuk meningkatkan prestasi para atlet yang dimasukkan dalam pusat latihan atau TC (Training Center), mereka juga dimafaatkan untuk menatar kader-kader pelatih. Indonesia. Segala persiapan menjadi tuan rumah Asian Games IV berjalan lancar, berkat bantuan sepenuhnay dana dan fasilitas dari pemerintah RI.  Tahun 1962 Asian Games IV dilaksanakan di Jakarta. Pemusatan latihan yang dilakukan dengan persiapan yang cukup ternyata membuahkan hasil yang membanggakan. Untuk pertama kali atlet-atlet Indonesia dapata memperoleh medali emas dalam perlombaan Internasional meskipun bari tingkat Asia. Mohammad Sarengat memperoleh 2 medali emas untuk lari 100 m (10,4) dan Untuk lari gawang 110 m (14,3) serta dua perunggu untuk lari 200 m ( 21,6). Awang Papilaya memperoleh 2 medali perunggu untuk 800 m (2:40,8) dan Lompat jauh. Regu estafet 4 x 100 m putri memperoleh medali perunggu atas nama Suratmi, Emawati, W.Tomasoa, Wiewiek Machwijar (50,5). Tahun 1963 penyelenggaraan GANEFO I di
Jakarta.
a)Medali Emas di capai oleh :
- Jootje Oroh lari 200 m (21,8)
- Regu 4 x 100 m putra (41,8) atas nama Jootje Oroh, Soenjoto, Mohammad Sarengat dan Bambang Wahyudi.
- Regu 4 x 400 m putra ( 3:20,6) atas nama Aminuddin M, Agus Soegiri, Strive Mainake, dan Stive Thenu.
b)Medali perak di capai oleh :
- regu 4 x 100 m putri (50,5) atas nama Emawati, Soeratmi,W.Tomasoa. dan W.Machwijar.
- Mohammad Sarengat lari gawang 110 m (14,6)
- I Gusti Ngurah Manik lempar lembing (65,53)
- Abdul Rab Khan dasalomba (nilai 5807)
- Nicky Pattiasina lari 3.000 m Steeple chase (9:28,9)
c)Medali perunggu dicapai oleh :
- Wlily Tomasoa lari 200 m (26,8)
- Soeratmi lari 400 m (58,8)
- Soeratmi lari 800 m (2:20)
- Emawati lari gawang 80 m (12,5)
- Ni Luh Armoni Widari lompat jauh (5,45)
- Jean Toar lempar lembing (39,31)
- Ni Luh Armoni Widari pancalomba (nilai 3407)
- Aminuddin Machmud lari 400 m (50,3)
- Z. Lesnussa lari 10.000 m (32:51,1)
- Ismail Abiddin lari marathon (31.01:40.8)
Rekor Nasional banyak sekali diciptakan pada periode tahun 1962-1963 ini.
Tehun 1964 kejuaraan Nasional di Jakarta. Sayang pada tahun ini karena alas an politis, Indonesia tidak mengikuti Olympiade yang diselenggarakan di Tokyo, meskipun atletnya telah dipersiapkan dengan baik. Pada tahun 1964 ini Indonesia mengirimkan atlet-atletnya ke RRC. Beberapa rekor dipecahkan ternyata sampai sekarang masih bertahan. Rekor Untung Pribadi lompat tinggi galah (3,95), I G.Ngurah Manik lempar lembing 66,91, Usman Effendi tolak peluru 15,26.
Tahun 1965 meletuslah peristiwa G30S/PKI yang merupak tragedi nasional bagi bangsa Indonesia , sehingga PON VI yang sedianya akan dilaksanakan di Jakarta gagal. Tahun 1966 mengikuti SEA GAMES V di Bangkok. Medali perak didapatkan oleh regu 4 x 100 m atas nama Soepardi, Jootje Oroh, Bambang Wahyudi dan Agus Soegiri.. meskipun tidak memperoleh medalai, beberapa rekor Indonesia telah dipecahkan di Bangkok yang sampi tahun 1979 belum diperbaharui antara lain rekor lari 800 m oleh Charanjit Singh (1:50,7) ; rekor lari 4 x 100 m : oleh Eddy, Charanjit Singh,V Gosal dan Agus Sorgiri (3:15,3) ; rekor lari 3.000 m Steeple chase oleh Nicky Patiasina (9:25,1) ; tahun 1968 kejuaraan Nasional di Jakarta yang dikuti oleh para atlet dari Singapura. ; Tahun 1969 PON VII di Surabaya ; tahun 1970 kejuaraan di Semarang, Indonesia mengirimkan atletny untuk mengikuti Asian Games VI di Bangkok. Hasil yng diperoleh medali perunggu untuk lari 200 m dan 100 m atas nama Carolina Rieuwpassa. Tahun 1971 kejuaraan nasional di Jakarta.
PASI bekerja sama coaching clinic atletik yang diikuti oleh 45 orang coach muda dari seluruh daerah di Indonesia. Carolina Rieuwpassa dikirim ke Jerman untuk berlatih menghadapi olympiade Munich. Selama berlatih di jermania memperbaiki rekor Nasional 100 m menjadi 11,7 detik dan 200 m menjadi 22,2 detik sampai tahun 1979 rekor ini belum ada yang menumbangkannya. Tahun kejuaraan Nasional di Jakarta Carolina Rieuwpassa dikirim ke Jerman untuk mengikuti Olympiade di Munich. Pada lari 100 m babak penyisihan ia menduduki urutan kedatangan ke 6 dengan catatan waktu 12,23 sedangkan pada lari 200 m babak pendahuluan ia menempati urutan kedatangan ke 6 dengan catatan waktu 24,68 detik. Kemudian PASI mengirimkan 22 atlet kekejuaraan atletik Asia di Manila tanpa memperoleh medali.
Tahun 1975 kejuaraan Nasional di Jakarta. Pada tahun ini di selenggarakan Asian Games VII di Taheran Indonesia tidak mengirimkan tim atletik.  Tahun 1975 kejuaraan di Jakarta disamping itu untuk meningkatkan prestasi atletik di Indonesia perlu meningkatkan frekwensi perlombaan. Maka pada tahun 1976 ini diselenggarakan kejuaraan atletik se-Jawa dan Bali di Semarang tahun 1976 merupakan tahun penyelenggaraan Olympiade. Indonesia mengirimkan Carolina Rieuwpassa untuk mengikuti olympiade di Montreal. Beberapa atlet ke Pakistan dan Malaysia. Tahun 1977 penyelenggaraan PON IX di Jakarta. Untuk pertama kali Indonesia mengikuti SEA GAMES IX di Kuala Lumpur. Indonesia memperoleh 2 medali emas melalui Carolina Rieuwpassa untuk lari 100 m dan Usman Efendi untuk lempar cakram, serta 5 medali perak dan medali perunggu.
Tahun 1978 Asian Games VII diselenggarakan di Bangkok. Athun 1978 kejuaraan di Jakarta diikuti juga oleh atlet dari Singapura. Sebagai balasan ikut sertanya atlet mengikuti Sukan di Singapura. Beberapa rekor di pertajam : Jefrry Matahelemual memperbaiki rekor dari 200 m menjadi 21,1 detik. Mujiono memperbaiki rekor dari 400 m menjadi 47,8 detik. Regu nasional 4 x 100 m memecahkan rekor menjadi 40,930detik. Meny Moffu memperbaiki rekor lari gawang menjadi 51,9 detik. Starlet memperbaiki rekor 800 m menjadi 2:14,0 detik yang juga mempertajam rekor lari 1.500 m menjadi 4:36,4 detik. Tahun 1978 adalah tahun penyelenggaraan Asian Games VIII yang seharusnya dilaksanakan di Pakistan, tetapi karena situasi Negara Pakistan tidak memungkinkan kemudian diselenggarakan di Bangkok. Karena alasan politis penyelenggaraan perlombaan atletik Asian Games VIII tidak mendapat restu dari IAAF dan pesertanya diancam skorsing. Dengan pertimbangan Indonesia akan menjadi tuan rumah SEA GAMES I tahun 1979, maka Indonesia tidak mengirimkan atlet-atletnya.
Tahun 1979 indonesia menjadi tuan rumah SEA GAMES X di Jakarta. Indonesia memperoleh 3 medali emas melalui Henny Maspaitela untuk lari 200 m. Meny Moflu untuk lari gawang 400 m dan regu estafet atas nama Meny Moflu,haryanto,Matias Mambay dan Mujiono. Sejak tahun 1984 banyak rekor bertumbangan lagi. Tahun 1984 Purnomo memecahkan rekor lari 100 m menjadi 10.39 detik. Di bagian wanita Henny Maspaitena memecahkan rekor 100 m menjadi 11,61 detik pada tahun 1985. Pada tahun ini pula Ketut Widiana dalam lompat tinggi dengan lompatan 2,04 m. Prestasi atletik Indonesia masih ketinggalan dari negaranegara lain. Untuk kawasan Asia Tenggara sidah dapat mulai berbicara, tetapi untuk tingkat Asia lebih-lebih dunia masih jauh tertinggal. Ini menjadi tanggung jawab bagi generasi muda terutama bagi kita semua para pelajar yang hobi beroleh raga Atletik untuk mengejar ketinggalan.

-malf

Bulutangkis


Sejarah Bulutangkis di IndonesiaHasil gambar untuk sejarah bulutangkis indonesia
Sejarah bulutangkis di Indonesia sudah cukup lama. Ada yang memperkirakan, bangsa Indonesia sudah mengenal bulutangkis sejak tahun 1930-an. Saat itu, bulu tangkis dinaungi oleh Ikatan Sport Indonesia (ISI). Bulutangkis makin berkembang pasca kemerdekaan. Pada tahun 1947, di Jakarta, berdiri persatuan bulutangkis bernama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI). Dan, pada 5 Mei 1951, terbentuklah Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

PBSI lahir di tengah gejolak revolusi. Saat itu, sebagai bangsa yang baru lahir, Indonesia berjuang keras agar punya prestasi di tingkat dunia. Bung Karno sendiri menggelorakan “Nation Building”. Ia menganjurkan agar olahraga bisa menjadi alat untuk mengenalkan Indonesia pada dunia. Bung Karno kemudian menerbitkan Kepres No 263/1963 untuk mencanangkan Indonesia jadi 10 besar dalam bidang olahraga. Tim bulutangkis segera menerjemahkan keinginan Bung Karno itu. PBSI pun berpartisipasi dalam IBF tahun 1953.

Tahun 1958, Indonesia ikut piala Thomas di Singapura. Awalnya, tim bulutangkis Indonesia belum “direken”. Jaman itu, tahun 1950-an, raksasa bulu tangkis ada di Amerika Serikat, Malaya (Malaysia), Inggris, Denmark, dan Thailand. Namun, siapa sangka, Indonesia justru tampil perkasa. Dua bintang Indonesia, Tan Joe Hok dan Ferry Sonnevile, tampil di “All Indonesian Final”. Yang patut dicatat, zaman itu masih zaman susah. Tidak ada anggaran yang melimpah untuk pembinaan olahraga. Bahkan, untuk memulangkan Ferry Sonnevile yang sedang belajar di Negeri Belanda, PBSI harus mengumpulkan dana melalui “Dompet Ferry Sonnevile” untuk beli tiket pesawat.

Oleh karena itu maka pada saat Saja memberi restu kepada regu Thomas Cup pertama kali saya telah berkata, hai, anak-anakku, kau pergilah kepertandingan Thomas cup itu. Aku tidak bisa memberi bekal kepadamu daripada restuku dan daripada permintaan kepadamu, supaja engkau sekalian dedicate engkau-punja hidup itu kepada sesuatu hal yang luhur dan suci,” demikian pesan Bung Karno kepada tim Thomas Cup Indonesa.

Tahun 1961, tim bulutangkis Indonesia kembali merebut piala. Indonesia menumbangkan raksasa Thailand di final. Lalu, di piala Thomas 1964 di Tokyo, Jepang, Indonesia kembali menang setelah menumbangkan Denmark. Namun, saat piala Thomas 1967 di Jakarta, Indonesia justru gagal. Penyebabnya, Indonesia diskor karena insiden penonton. Namun, di piala Thomas 1970 di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia berhasil membalasnya.

Hasil gambar untuk sejarah bulutangkis indonesia

Era Kejayaan
Era 1960-an hingga 1970-an boleh disebut era kejayaan bulutangkis Indonesia. Jaman itu muncul legenda besar: Rudy Hartono. Namanya tercatat di Guinness Book of World Records sebagai pemegang rekor All-England. Rudy Hartono merebut juara All-England sebanyak delapan kali. Tujuh kali berturut-turut, yaitu dari 1967 hingga 1974. Kemudian menang lagi di tahun 1976. Saingan terdekatnya, Erland Kops, meraih juara 7 kali.

Sementara tim ganda putra Indonesia, Tjuntjun/Johan Wahjudi, merebut juara ganda putra selama 6 kali. Prestasi itu menyamai rekor Fin Kobbero/Poul Erik Nielsen (Denmark).
Tahun 1980-an, China mulai muncul sebagai saingan. Di kejuaraan All-England, Indonesia hanya menjadi juara di tahun 1981, yakni Liem Swie King. Sisanya didominasi oleh China dan Denmark. Di ajang piala Thomas, Indonesia hanya menang saat piala Thomas 1984 di Kuala Lumpur. Sedangkan piala Uber diborong oleh China.
Tahun 1990-an hingga 2000-an, Indonesia bangkit lagi. Tahun 1992, di Olimpiade Bercelona, Indonesia menorehkan sejarah baru. Dan, sejarah itu dipersembahkan oleh olahraga Bulutangkis. Ini pertama kalinya kontingen Indonesia membawa pulang medali emas. Dahsyatnya, tim bulutangkis Indonesia merebut 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Medali emas pertama diraih oleh Susi Susanti di tunggal putri, lalu disusul oleh Alan Budikusuma di tunggal putra. Medali perak dipersembahkan oleh Ardi B Wiranata (tunggal putra) dan Eddy Hartono-Rudy Gunawan (ganda putra). Sementara medali perunggu diraih oleh Hermawan Susanto (tunggal putra).

Empat tahun berikutnya, di Olympiade Atlanta, tim bulu tangkis Indonesia kembali membawa pulang 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Kali ini medali emas dipersembahkan pasangan ganda putra legendaris,  Rexy Mainaky-Ricky Subagja. Sedangkan di piala Thomas Indonesia berhasil menjuarai 5 kali berturut-turut: 1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002. Sedangkan di kejuaraan All-England Indonesia juara tiga kali: Ardi Wiranata (1991) dan Haryanto Arbi (1993 dan 1994). Sedangkan di piala Uber, Indonesia menang dua kali: 1994 dan 1996. 

Masa surut
Tahun 2000an hingga sekarang, bulutangkis Indonesia mengalami kejatuhan. Sejak 2004 hingga 2012 (era pemerintahan SBY), Indonesia tak pernah lagi membawa pulang piala Thomas dan Piala Uber. Piala All England juga tak pernah lagi dipegang Indonesia.
Di piala Thomas 2012, Indonesia malah tidak masuk di semi-final. Tim Indonesia ditumbangkan Jepang. Itulah pertama-kalinya Indonesia tidak masuk semi-final dalam kejuaraan bergengsi itu.

Apa penyebab kemunduran itu? Banyak yang menyalahkan kepengurusan PBSI. Untuk diketahui, Ketua PBSI saat ini adalah Gita Wirjawan, yang sekarang ini menjabat Menteri Perdagangan. Ini juga masalah: Menteri kok ngurusi olahraga! Jadi menteri saja gak becus, apalagi memimpin PBSI. Karena itu, sudah saatnya pengurus olahraga diserahkan kepada orang-orang yang kompeten. Jangan lagi diserahkan kepada birokrat-birokrat yang tak tahu sama sekali mengenai olahraga. Problem lainnya adalah lambatnya regenerasi. Dibandingkan dengan China, yang merajai bulutangkis dunia saat ini, regenerasi Indonesia sangat lambat. Padahal, negeri ini punya segudang legenda bulutangkis. Faktor lainnya: minimnya dukungan fasilitas, minimnya pembinaan usia dini, dan minimnya kompetisi.
Namun, bagi saya, ada faktor yang lebih krusial yang membuat bulutangkis Indonesia tersungkur. Yakni, bulutangkis tak lagi menjadi olahraga rakyat. Kita makin sulit menemukan lapangan bulutangkis di kampung-kampung. Sementara, di sisi lain, fasilitas olahraga—termasuk GOR—mulai dibisniskan.

Tidak sedikit atlet Indonesia yang berprestasi dulunya pas sekarang sudah pensiun tidak jelas jadi apa. Bahkan ada yang terlantar. Ini juga yang membuat tidak banyak kemauan yang ada dari diri anak-anak Indonesia untuk menjadi atlet. Jika masalah-masalah mampu diatasi dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia bisa bangkit dan berjaya lagi di bulu tangkis dunia.

-malf

Selasa, 21 Februari 2017

Bola Voli

Hiii.. Saya akan membahas sedikit mengenai Sejarah Bola Voli di Indonesia. Dibaca ya teman-teman,hehehe..

 Pada awal ditemukanya oleh seorang instruktur olahraga bernama William G. Morgan, permainan bola voli ini di beri nama mintonette, sebagai olahraga untuk mengisi waktu luang saja.
Sama dengan James Naismith, William G morgan juga mendedikasikan hidupnya untuk menjadi seorang instruktur kesehatan jasmani. William G. Morgan adalah lulusan dari Springfield College of YMCA, ia menciptakan olahraga ini empat tahun setelah diciptaknaya permainan bola basket oleh James Naismith.
 Permainan ini awalnya dimainkan hanya di dalam ruangan saja dan hanya diperuntukan untuk orang yang tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Sebenarnya permainan bola voli mengambil karakteristik dari permainan olahraga lain seperti handball, baseball, basket dan tenis. Dari 4 jenis olahraga itu William akhirnya menemukan permainan voli ini.
 Peraturan pertama yang ditetapkan oleh morgan ialah bola voli membutuhkan net dengan tinggi 6 kaki dan ukuran lapangan 25 kaki x 50 kaki dengan pemain berjumlah tidak ditentukan.
Nama mintonette dirubah menjadi volleyball adalah ketika dilakukan demonstrasi pertandingan pertama kali di International YMCA Training School pada tahun 1896.
Dr. Luther Halsey Gulick sebagai Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus menjabat sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA mengundang Morgan dan memintanya untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan.
 Pada sebuah konferensi yang diselenggarakan di kampus YMCA, springfield tersebut juga dihadiri oleh para pakar instruktur pendidikan jasmani. Pada kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang tiap tim memiliki anggota 5 orang.
 Penggunaan bola voli secara resmi yang dipakai dalam permainan ini mengakibatkan perdebatan, karena banyak yang berspekulasi bahwa spalding menciptakan bola resminya yang pertama pada tahun 1896, sementara banyak juga yang percaya bola 0tersebut dibuat pada tahun 1900.
 Aturan-aturan yang digunakan juga banyak yang telah berubah, seperti di Filipina pada tahun 1916, dimana mereka memperkenalkan spike dan tenaga dari set.
 Pada tahun 1917, awalnya permainan ini membutuhkan 21 poin untuk bisa menang kemudian dirubah menjadi 15 poin saja.
 Kemudian sekitar tahun 1919, pasukan ekspedisi milik Amerika Serikat mendistribusikan bola sebanyak 16.000 untuk permainan ini kepada tentara dan para sekutu mereka. Hal ini mengakibatkan meningkatnya keterterikan tehadap jenis olahraga ini di Negara-negara lain.
 Sekitar pada tahun 1920 untuk ke tiga kalinya Filipina menciptakan aturan baru lagi yang melarang untuk memukul bola dari barisan belakang.
 Negara luar amerika yang untuk kali pertamanya menorehkan sejarah awal permainan bola voli adalah kanada pada tahun 1900. Setelah dibentuknya sebuah federasi internasional untuk bola voli, yaitu Federation Internationale de Volleyball (FIVB) dan kejuaraan dunia pertama untuk pria diadakan pada 1949 sedangkan bagi wanita pada tahun 1952.
 Kala itu olahraga ini telah popular di Brazil, italia, Belanda dan beberapa Negara eropa bagian timur seperti Rusia, tiongkok, Amerika Serikat dan daerah lain di benua Asia.
Kemudian pada tahun 1987, sebuah variasi dari permainan ini mulai diendorse oleh FIVB yaitu bola voli pantai yang hanya dimainkan oleh dua orang masing-masing tim.

Sejarah Bola Voli di Indonesia
 Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari Negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya.Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, dilapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri. Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.
Sejarah Voli Indonesia
 PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untukwanitanya. Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan PON I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air.Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan bulu tangkis.Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989.

Alhamdulillah akhirnya selesai๐Ÿ˜”Pegel ya ngetik segini aja,haha.. Oke terimakasih bagi yang udah baca semoga ada manfaatnya yaa..Sorry typonya guys,wkwk.

-malf

Bola Basket

 Halo kawan kita ketemu lagi di "Ketikanku Bacaanmu". Sekarang saya akan membahas tentang Sejarah Bola Basket di Indonesia.

Si Mamat lagi ngaca,
Sambil makan buah tomat.
Selamat membaca,
Dan semoga bermanfaat.๐Ÿ˜๐Ÿ‘Œ

 Permainan olahraga basket oleh beberapa pihak dianggap unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga bernama Dr. James Naismith. Tepatnya pada tahun 1981, guru olahraga berkebangsaan Kanada ini mengajar di sebuah perguruan tinggi di YMCA.
YMCA merupakan sebuah wadah bagi para pemuda Kristiani yang berada di Springfield, Massachusets. Pada saat itu Dr. James Naismith diminta untuk membuat sebuah permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu luang para siswa di masa liburan musim dingin.
 Naismith pun membuat permainan yang terinspirasi dari yang dulu pernah dia mainkan saat kecil. Kini permainan itu dikenal masyarakat dunia dengan bola basket. Pertandingan resmi bola basket pertama kali diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1982 di YMCA.
Olahraga ini kemudian dengan cepat menjadi terkenal di seantero Amerika Serikat. Bahkan pertandingan bola basket lebih sering diselenggarakan secara rutin di seluruh kota di negara-negara bagian Amerika Serikat.

  Bola Basket Masuk Asia

 Cina dapat dikatakan sebagai negara pertama yang dijadikan sasaran oleh YMCA untuk mengembangkan olahraga bola basket. Tepatnya pada tahun 1984 diutuslah Bob Baily ke Tientsien untuk memperkenalkan olahraga baru ini.
Selain Cina, Jepang dan Filipina menjadi negara yang memiliki kesempatan pertama mengenal olahraga yang cocok digunakan di dalam dan luar ruangan ini. Tepatnya pada tahun 1900.


Bola Basket Masuk Ke Indonesia

 Bola basket pertama kali masuk di Indonesia dibawa oleh para perantau dari Cina. Tepatnya pada tahun 1920-an. Mereka membawa permainan yang sudah berkembang sekitar dua puluh tahun di sana. Saat itu, perkembangan olahraga ini lebih banyak ditemukan di sekolah-sekolah Tionghoa.
Saat itu, olahraga bola basket menjadi olahraga wajib yang harus dimainkan setiap siswa. Karena itu, dapat dipastikan setiap sekolah Tionghoa pasti terdapat lapangan basket di dalamnya. Tidak heran pula jika para pebasket yang menonjol penampilannya pun dari kalangan etnis ini.

Pembentukan Perkumpulan Basket di Kota-kota Besar

 Perkumpulan-perkumpulan basket di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Medan terbentuk pada era tahun 1930-an. Di kota-kota itulah perkumpulan basket terus berkembang cukup pesat.
Contohnya di Semarang. Pada tahun 1930 terdapat setidaknya empat klub bola basket seperti Chinese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui atau juga dikenal dengan Sahabat.
Klub Sahabat inilah yang melahirkan seorang legenda basket Indonesia bernama Sony Hendrawan alias Liem Tjien Sion.


Bola Basket Pasca Kemerdekaan

 Setelah Proklamasi Kemerdekaan di tahun 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama di tahun 1948, olahraga bola basket turut dimainkan.
Saat itu peserta PON I masih terbatas dimainkan oleh kalangan putra dari masing-masing karesidenan dan juga dari perkumpulan-perkumpulan tiap kota seperti PORI Solo, PORI Yogyakarta, dan Akademi Olahraga Sarangan.
Setelah itu, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) kedua di tahun 1951 olahraga bola basket sudah dikompetisikan dengan peserta dari regu putra dan putri. Regu yang dikirim pun bukan lagi dari Karesidenan. Melainkan cakupannya sudah meliputi provinsi.
Saat itu regu dari Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara menjadi regu yang popularitasnya mengemuka karena memiliki kemampuan dalam bermain bola basket di atas regu yang lain.
Pada tahun yang sama, seorang tokoh olahraga nasional bernama Maladi meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi yang menaungi klub-klub basket di Indonesia. Atas prakarsa keduanya, akhirnya pada tanggal 23 Oktober 1951 terbentuklah Perbasi.

Burung Irian,
Burung Cendrawasih.
Cukup sekian,
Dan terimakasih. ๐Ÿ˜

 Yaps guys.. Segini ya sejarahnya, lumayan banyak tapi cape juga ngetik,wkwk.. Okee gapapa, yang penting kalian baca ya guys..Maafkan typo๐Ÿ˜„

-malf