• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Minggu, 21 Oktober 2018

Untukmu

Untukmu yang katanya menunggu
Jika aku tak kunjung datang
Lepaskan aku dengan lapang

Pesanku kau jangan sungkan
Lakukan kehidupanmu lebih normal
Sebab ada air mata yang kuperjuangkan
untuk masa depan


Dan ingatlah kau tak perlu takut
Ada doa yang sedang bertempur di angkasa sana
Berharap suatu saat dipertemukan dengan yang tak kau harapkan

Ini aku teman lamamu, juga yang sempat menyakitimu berulang kali
-gk



4ward: malf

Kamis, 11 Oktober 2018

Malam Tak Berujung

Teruntuk malam yang merindu 'tak berhujung,

setiap tarikkan napas yang ku hempas,
dan setiap debaran nyata yang kian mengeras.
Aku masih teringat rupamu,
kali terakhir bersemuka berbulan-bulan yang lalu.

Oleh karena itu,
aku tuliskan sebuah surat penawar rindu.
Biar angin yang membisikkannya kepadamu,
yang sempat kuharap rela kembali kepadaku.

Aku pernah menjadi manusia bodoh.
Berjalan bersama lain orang di depanmu yang acuh.
Lain orang yang sempat menjadi pilihanku,
yang nyatanya hanya sebuah jebakan pilu.

Lain orang yang ternyata palsu,
penuh kepura-puraan yang begitu merepotkan.
Lain orang yang ternyata palsu,
sumber dari segala nestapaku.

Aku pernah menjadi manusia lompong,
dengan jiwa yang kosong melompong.
Berlari bersama lain orang,
meninggalkanmu yang nampaknya rumpang.

Baru kini kusadari,
telah bertahun-tahun melanglang buana 'tak menentu,
tanpa henti mencari suaka.
Berharap bertemu denganmu,
lelaki manis bernama Dikara.

Kau pernah mengajarkanku untuk merindu,
untuk memikirkanmu tanpa henti seiring waktu berlalu.
Kau pernah mengajarkanku untuk menanti,
waktu yang 'tak tentu untuk sekadar saling meniti.

Kau pernah mengajarkanku untuk mencinta,
menunggu sampai tepat benar bisa bersua.
Kau pernah ada dan setia,
meski akhirnya aku buat sia-sia.

ketikanku-alfarizi.blogspot.com

Dikara,
entah sampai kapan aku merana.
Merutuki kemalanganku yang telah lalai,
yang telah cupai.

Andai saat itu aku bersabar sedikit saja,
mungkin akhir cerita kita adalah romansa.
Sudahlah, aku tidak ingin berandai-andai,
cukup, aku yang telah bodoh dan lalai.

Entah kini di mana dirimu berada,
aku harap kau selalu sehat-sehat saja.
Tidak lebih dan tidak kurang,
aku harap kau menemukan wanita yang mampu berjuang.
Senantiasa menemanimu sampai hari tua datang menjelang.


Dariku yang entah sampai kapan akan merindu, dan berharap masih memiliki ruang di hatimu.



Dikara,
kau buat aku jatuh dan mencinta.
Sejak hari itu,
masih.

—stella.
#alexadler



4ward: malf

Sabtu, 06 Oktober 2018

Jari-jemari

Jemari mungil kian menggigil,
beradu suhu dengan kerikil,
mengais secercah adil
yang terselip di antara tangan-tangan usil.

Bersama asap pabrik yang terkepul,
ia berkumpul.
Berharap doanya segera terkabul.

Tentang mereka yang ia anggap tinggi,
tentang mereka yang ia anggap memegang kendali,
agar tak lagi ciptakan tirani.

ketikanku-alfarizi.blogspot.com

Ia terlelap tanpa alas tanpa bantal,
kausnya kian kumal,
napasnya tersengal-sengal —
penuh kesal.

Pria yang ia panggil bapak baru saja
masuk penjara kemarin lusa,
selepas habis-habisan dihajar warga
sebab dituduh mencuri ubi milik tetangga.

Jauh sebelum itu, ibunya meregang nyawa
kala kali pertama ia membuka mata.
Kini baginya dunia bagai tiada makna.

Jemari mungil kian menggigil,
harapannya kian mengecil
untuk menemukan secercah adil
yang terselip di antara tangan-tangan usil.

—argonavis,
#argorhythm


4ward: malf

Jumat, 05 Oktober 2018

Peri

Aku mendapati seorang peri
Berambut panjang dan matanya yang teramat menggoda
Senyumnya lembut, bertutur kata pelan

Aku ingin menggenggam tangannya
Memeluk tubuhnya agar tiada lagi pilu yang dapat memenjarakan aku
Tiada lagi letih yang mampu mencuramkan aku
Tatkala matanya merengkuh ingatanku,
Disaat jemarinya bermain di pipiku,
Aku serasa tiada dalam gemulai kasih sayangnya

Ia menyerupai gemintang yang menutupi langit malam
Cantik dan mengagumkan
Samudra, benua dan semua cakrawala berada di kaki yang sama.
Gemilang rupanya, mengharuskan aku untuk memeluknya

Akan aku sertakan ia bait-bait puisi 
Menyentuhnya sejari demi sejari, sedalam kata penumpuk rindu, seluas tinta penangkal pilu.

ketikanku-alfarizi.blogspot.com

Segala vokal dan konsonan sajakku kian terhubung
Tatkala penyebranganku hadir tepat di hadapanku
Tatkala seok langkah menghampiri
Ruang, waktu, dan dimensi bersimpati menyanjungku
Menanggalkan jubah dan melepaskan topeng masa laluku
Selarik tantangan, beraksara diam Menggelitikku dalam dunia cinta

Getaran-getaran pada daun telingaku di ambang gendang
Serpihan harta di malam nun basah naas tersenyum menyapa
Dalam kotak tak bersuluh, menggelepar di sudut ruangan
Kini, seluruh tubuhku di gerogoti detak seorang pujangga
Pakaian kusam dengan sikat gigi, tiada puas lalu membisu di terpa kerinduan

Ketika rinai tak lagi membiaskan pelangi
Ketika jagad terpanggang matahari
Simpanlah aku di bilik hatimu
Karena aku akan menjadi angin yang bergerak memainkan hatimu
Berdesir, membelai semak-semak perdu, bakul-bakul musim, dan ladang-ladang asing
Dari kutub kekutub, detik berlalu tanpa degup, berlayar bersama sunyi disaat kau dan aku menyapu debu masa lalu.

-alxwy